SYARAT-SYARAT PENYAMPAI
SYARAT-SYARAT MENJADI PENYAMPAI (WA’IDH, NASHIHUN AMIN, MUDZAKIR, AL MUBALGH, AL HADI, AD DA’I, AR RASYID)
Penyampai menurut agama Islam meliputi :
Wa’idh : juru nasihat
Nashihun Amin : penasihat yang dipercaya (Qs 7:68)
Mudzakir : pemberi peringatan (Qs 51:55; 87:9)
Al Mubaligh : Penyampai (Qs 5:67)
Al Hadi : Pemberi bimbingan (Qs 13:7)
Ad Da’i : Juru Da’wah (Qs 33:46)
Ar Rasyid : Pemberi bimbingan (Qs 11: 87)
Menurut Al Qur’an dan As Sunnah, syarat-syarat menjadi penyampai itu dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Taat dan patuh kepada Allah dan RasulNya
Katakanlah:"Ta'atilah
Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang kafir". (Qs 3:32; 3:132; 4:69).
2. Tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah
Maka
janganlah kamu takut kepada mereka (orang-orang zalim) dan takutlah
kepada-Ku. Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu
mendapat petunjuk. (Qs 2:150; 3:175; 5:44).
3. Membawa kebenaran dan membenarkannya (Qs 39:33).
Dan orang yang membawa kebenaran dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.' (QS. 39:33)
4.
Mendapat hikmah dari sisi Allah, dan mengetahui serta memahami hikmah
tersebut kemudian dapat menerapkan dalam dirinya. Mereka benar-benar
harus dapat mengambil manfaat untuk dirinya sendiri, berbekas dan
berpengaruh dalam jiwa, akhlaq budi pekertinya dan amal perbuatannya
sehingga ia benar-benar dapat menjadi suri tauladan bagi orang lain.
Allah
memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa
yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak
ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.
(QS. 2:269)
5. Menasihati diri sendiri terlebih dahulu, sehingga
dirinya dapat mengamalkan nasihat-nasihat yang akan disampaikan kepada
orang lain.
Allah telah memberikan wahyu kepada Nabi Isa anak
Maryam : “Hai Isa, nasihatilah dirimu dengan hikmat-Ku. Jika engkau
telah mengambil manfaatnya, nasihatilah orang banyak, dan jika tidak,
hendaklah merasa malu kepada-Ku. (HQR Dailami yang bersumber dari Abu
Musa r.a.).
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan)
kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal
kamu membaca Al-Kitab (Taurat) Maka tidakkah kamu berpikir (QS. 2:44)
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat (QS. 61:2)
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (QS. 61:3)
Mereka
mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan
Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan. (QS. 3:167).
6. Tidak minta upah dalam da’wahnya
Hai
orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang
alim yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang
dengan jalan yang batil (QS. 9:34).
Katakanlah : "Aku tidak
meminta upah sedikitpun kepadamu atas da'wahku; dan bukanlah aku
termasuk orang-orang yang mengada-adakan. (QS. 38:86)
Mereka
itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah
petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam
menyampaikan (al-Qur'an)". al-Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan
untuk segala umat. (QS. 6:90)
ikutilah orang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 36:21)
Katakanlah:
"Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan
risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau
mengambil jalan kepada Tuhannya (QS. 25:57)
Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan". (QS. 42:23)
Jika
kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikitpun
daripadamu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku
disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri
(kepada-Nya)". (QS. 10:72).
Dan (dia berkata):"Hai kaumku, aku
tiada meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku.
Upahku hanyalah dari Allah ". (QS. 11:29).
Hai kaumku, aku tidak
meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari
Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?"
(QS. 11:51)
Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka
(terhadap seruanmu ini), itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi
semesta alam. (QS. 12:104)
Dan aku sekali-kali tidak minta upah
kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan
semesta alam. (QS. 26:109, 127, 145, 164, 180).
Kemudian bagi
yang minta upah dalam da’wahnya berarti mereka telah mengingkari dan
menyembunyikan ayat-ayat Allah, dan Dia memberikan ancaman sebagai
berikut :
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa-apa
yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga
yang sedikit (murah, untuk kepentingan duniawi), mereka itu sebenarnya
tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah
tidak akan berbicara kepada mereka pada Hari Kiamat dan tidak
mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. (QS. 2:174)
Mereka
itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjukdan siksa
dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!
(QS. 2:175)
Yang demikian itu adalah karena Allah telah
menurunkan Al-Kitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya
orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) Al-Kitab itu,
benar-benar dalam penyimpangan yang jauh (dari kebenaran). (QS. 2:176).
Sesungguhnya
orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa
keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami
menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dila'nati Allah
dan dila'nati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat mela'nati, (QS.
2:159)
Dan didalam suatu hadits Rasulullah pernah bersabda, bahwa
salah satu tanda bahwa umat Islam merasa asing terhadap Islam adalah,
agama diperjual belikan untuk kepentingan dunia.
Akibat dari
penyampai-penyampai yang tidak memenuhi syarat diatas dapat dilihat
bahwa, banyak penyampaian / dakwah yang dilakukan, tetapi
perbuatan-perbuatan keji dan mungkar masih meraja lela di negara yang
mayoriyas penduduknya beragama Islam ini.
----------------------------------------------------------------------------------
--------semoga bermanfaat--------
Untuk Anggota Grup AHSANU QAWLAN Penyejuk Hati
----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
(((~~~
Saat jiwa kita sangat mencintai kebenaran, maka rawatlah dengan
sebaik-baiknya, sehingga Allah juga berkenan merawat dan melindungi kita
untuk menjadi hamba-Nya yang selalu ber-istiqomah.
"Bersegeralah
beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam
yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu
sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia
menjual agamanya dengan kesenangan dunia." (HR. Ahmad no: 8493)
"Bersegeralah
kamu dengan mengerjakan amalan-amalan (shalih) sebelum munculnya
berbagai macam fitnah (kerusakan/ penyimpangan dalam agama) yang
(gambarannya) seperti satu bagian malam yang gelap gulita, (sehingga)
ada seorang yang di waktu pagi dia masih memiliki iman tapi di waktu
sore dia telah menjadi orang yang kafir, dan (ada juga) yang di waktu
sore dia masih memiliki iman tapi besok paginya dia telah menjadi orang
yang kafir, dia menjual agamanya dengan perhiasan dunia.” (HR. Muslim
no: 118).~~~)))
----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
MENJADI PENYAMPAI KEBENARAN DAN AMAL SHALIH SEMASA HIDUP HINGGA SESUDAH MENINGGAL DUNIA----------------------------------------------------------------------------------
BERHATI
HATILAH... setelah kita meninggal dunia suatu saat nanti, jangan sampai
kita menjadi bagian dari "PENYAMPAI KEMAKSIATAN" yang permanen,
sehingga juga akan mendapat dosa permanen yang mengalir tiada
putus-putusnya sampai di alam barzah, yang akan sangat mempersulit pada
setiap tahap kehidupan di akherat kelak, sampai akhirnya menjadi
penghuni neraka (na'udzubillah mindzalik).
----------------------------------------------------------------------------------
~~~
Ada banyak orang yang suka menulis artikel-artikel, meng-upload
foto-foto dan gambar-gambar tidak senonoh(maaf), di blog/Website
pribadi, yang dibaca banyak orang selama-lamanya, jika si pemilik
blog/website meninggal dan belum sempat men-DELETE lalu siapa yang bisa
menghapus "karya-karyanya" dikarenakan tidak ada yang mengetahui
paswordnya...
~~~ Ada banyak pengguna jejaring sosial yang
meng-upload foto-foto dan gambar-gambar tidak senonoh(maaf), di album
foto pribadinya, yang juga bisa dilihat oleh banyak orang
selama-lamanya, jika si pemilik account meninggal dan belum sempat
men-DELETE lalu siapa yang bisa menghapus "karya-karyanya" dikarenakan
tidak ada yang mengetahui paswordnya...
~~~ Ada banyak pengguna
jejaring sosial yang "SUKA" terhadap website pornografi(maaf),
terpampang jelas sekali di halaman pribadi account miliknya yang juga
bisa dilihat oleh banyak orang selama-lamanya, jika si pemilik account
meninggal dan belum sempat men-DELETE lalu siapa yang bisa menghapus
website yang disukainya dikarenakan tidak ada yang mengetahui
paswordnya...
----------------------------------------------------------------------------------
Manusia,
diilihat dari cara pensyikapan terhadap kebenaran; perintah-perintah
dan larangan-larangan Allah سبحانه و تعالى terbagi menjadi tiga
golongan:
1. Golongan yang membenarkan, selalu berupaya keras dan
sangat kuat tekadnya untuk taat kepada perintah-perintah Allah سبحانه و
تعالى dan meninggalkan segala amal perbuatan yang dilarang oleh-Nya.
2.
Golongan yang membenarkan, tetapi belum bermujahadah/belum
bersungguh-sungguh untuk taat, bahkan sangat disayangkan masih senang
menjadi "AGEN/MATA RANTAI/PENYALUR" kemaksiatan.
3. Golongan yang
ingkar/meolak kebenaran, yang dalam hidupnya secara pribadi tidak peduli
dengan kebenaran bahkan banyak yang sampai pada tingkat menghalangi
orang lain untuk mengenal dan berada dalam kebenaran.
Sudah seharusnya kita semua ingin menjadi bagian dari golongan yang pertama.
----------------------------------------------------------------------------------
Allah سبحانه و تعالى berfirman:
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ
"kecuali
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka
pahala yang tiada putus-putusnya". (Al-Quran Surat At-Tiin ayat 6).
Disebutkan
di dalam sebuah hadits dari Abi Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya
Rasulullah Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda:
إِذَا مَاتَ
الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ
صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ
يَدْعُو لَهُ
"Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah segala
amalannya, kecuali dari tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang
bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakannya". (HR. Muslim, Abu Dawud
dan Nasa’i).
~~~ Semoga dengan segenap kesungguhan, kehati-hatian
kita semua akan mendapat pahala yang mengalir tiada putus-putusnya
sampai alam barzah, disebabkan kita mewariskan hal-hal yang benar untuk
semua manusia yang kita tinggalkan.
----------------------------------------------------------------------------------
--------semoga bermanfaat--------
Untuk Anggota Grup AHSANU QAWLAN Penyejuk Hati
----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
(((~~~
Saat jiwa kita sangat mencintai kebenaran, maka rawatlah dengan
sebaik-baiknya, sehingga Allah juga berkenan merawat dan melindungi kita
untuk menjadi hamba-Nya yang selalu ber-istiqomah.
"Bersegeralah
beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam
yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu
sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia
menjual agamanya dengan kesenangan dunia." (HR. Ahmad no: 8493)
"Bersegeralah
kamu dengan mengerjakan amalan-amalan (shalih) sebelum munculnya
berbagai macam fitnah (kerusakan/ penyimpangan dalam agama) yang
(gambarannya) seperti satu bagian malam yang gelap gulita, (sehingga)
ada seorang yang di waktu pagi dia masih memiliki iman tapi di waktu
sore dia telah menjadi orang yang kafir, dan (ada juga) yang di waktu
sore dia masih memiliki iman tapi besok paginya dia telah menjadi orang
yang kafir, dia menjual agamanya dengan perhiasan dunia.” (HR. Muslim
no: 118).~~~)))
----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
PARA ISTRI YANG DISAYANG SUAMI
DAN DISAYANG ALLAH سبحانه و تعالىBEBERAPA KARAKTER ISTRI SHOLIHAH :
Lemah-lembut,
Menyejukkan pandangan, Realistis dalam menuntut hak dan melaksanakan
kewajiban, Pandai berbakti kepada suami karena Allah...
*Imam
Ahmad meriwayatkan hadits dari A’isyah r.a. bahwa Rasulullahصلى الله
عليه وسلم bersabda, “Wahai A’isyah, bersikap lemah lembutlah, karena
sesungguhnya Allah itu jika menghendaki kebaikan kepada sebuah keluarga,
maka Allah menunjukkan mereka kepada sifat lembah lembut ini.” Dalam
riwayat lain disebutkan, “Jika Allah menghendaki suatu kebaikan pada
sebuah keluarga, maka Allah memasukkan sifat lemah lembut ke dalam diri
mereka.”
*Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan
mencari maafnya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi
penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu
kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi
suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata:
“Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun
Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy- Syaikh Al Albani
rahimahullah, no. 287)
*Asma’ bintu Yazid radhiallahu ‘anha
menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau صلى الله
عليه وسلم bertanya: “Barangkali ada seorang suami yang menceritakan
apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan
barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya
bersama suaminya?” Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab. Aku
(Asma) pun menjawab: “Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka
(para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para
suami).” Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda: “Jangan lagi kalian
lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu
dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia
menontonnya.” (HR. Ahmad 6/456, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam
Adabuz Zafaf (hal. 63) menyatakan ada syawahid (pendukung) yang
menjadikan hadits ini shahih atau paling sedikit hasan)
*Selalu
berpenampilan yang menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya
memandang akan menyenangkannya. Rasulullahصلى الله عليه وسلم bersabda:
“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan
seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan
menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si
istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh
Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini
shahih di atas syarat Muslim.”)
*Salah satu sifat terpuji seorang
wanita yang patut dicintai seorang lelaki shalih adalah qana’ah. Bukan
saja qana’ah atas segala ketentuan yang Allah tetapkan dalam Al-Qur’an,
tetapi juga qana’ah dalam menerima pemberian suami. “Sebaik-baik istri
adalah apabila diberi, dia bersyukur; dan bila tak diberi, dia bersabar.
Engkau senang bisa memandangnya dan dia taat bila engkau menyuruhnya.”
Karena itu tak heran jika acapkali melepas suaminya di depan pintu untuk
pergi mencari rezeki, mereka berkata, “Jangan engkau mencari nafkah
dari barang yang haram, karena kami masih sanggup menahan lapar, tapi
kami tidak sanggup menahan panasnya api jahanam.”
*Bersegera
memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa
alasan yang syar’i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia
tahu dan takut terhadap berita Rasulullahصلى الله عليه وسلم : “Demi Dzat
yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil
istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan
yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR.
Muslim no.1436)
*Rasulullahصلى الله عليه وسلم bersabda,
“Tidakkah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling
baik dari seorang wanita? (Yaitu) wanita shalihah adalah wanita yang
jika dilihat oleh suaminya menyenangkan, jika diperintah ia mentaatinya,
dan jika suaminya meninggalkannya ia menjaga diri dan harta suaminya.”
(Abu daud dan An-Nasa’i)
*Ketika suaminya sedang berada di rumah,
istri tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang
dapat menghalangi suaminya untuk istimta’ (bernikmat-nikmat) dengannya
seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan. Rasulullahصلى الله
عليه وسلم bersabda: “Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah)
sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”.
(HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)
*Pandai mensyukuri
pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena
Rasulullahصلى الله عليه وسلم pernah bersabda: “Diperlihatkan neraka
kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita
yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur
kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri
(tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian
berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh,
kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya)
niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama
sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)
*Kata Rasulullah,
“Istri yang paling berkah adalah yang paling sedikit biayanya.” (Ahmad,
Al-Hakim, dan Baihaqi dari A’isyah r.a.)
*Rasulullah صلى الله
عليه وسلم bersabda, “Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang
tidak bersyukur (berterima kasih) kepada suaminya, sedang ia sangat
membutuhkannya.” (HR. An-Nasa’i).
----------------------------------------------------------------------------------
--------semoga bermanfaat--------
Untuk Anggota Grup AHSANU QAWLAN Penyejuk Hati
----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
(((~~~
Saat jiwa kita sangat mencintai kebenaran, maka rawatlah dengan
sebaik-baiknya, sehingga Allah juga berkenan merawat dan melindungi kita
untuk menjadi hamba-Nya yang selalu ber-istiqomah.
"Bersegeralah
beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam
yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu
sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia
menjual agamanya dengan kesenangan dunia." (HR. Ahmad no: 8493)
"Bersegeralah
kamu dengan mengerjakan amalan-amalan (shalih) sebelum munculnya
berbagai macam fitnah (kerusakan/ penyimpangan dalam agama) yang
(gambarannya) seperti satu bagian malam yang gelap gulita, (sehingga)
ada seorang yang di waktu pagi dia masih memiliki iman tapi di waktu
sore dia telah menjadi orang yang kafir, dan (ada juga) yang di waktu
sore dia masih memiliki iman tapi besok paginya dia telah menjadi orang
yang kafir, dia menjual agamanya dengan perhiasan dunia.” (HR. Muslim
no: 118).~~~)))
----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
PARA SUAMI YANG DISAYANG ISTRI
DAN DISAYANG ALLAH سبحانه و تعالىSUAMI
yang baik di hadapan Allah سبحانه و تعالى adalah seorang suami yang
dalam BERPRILAKU pada rumah tagga yang dipimpinya mengikuti
ketentuan-ketentuan Allah dan Rasul-Nya:
*** Membimbing ketaqwaan
istri dan anak-anak dan orang2 yang ada dalam taggunganya, Allah سبحانه
و تعالى berfirman yang artinya:
"Hai orang-orang beriman,
peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya
adalah manusia dan batu di dalamya ada malaikat-malaikat yang bengis dan
kejam yang tidak pernah membantah kepada Allah terhadap apa yang
diperintahkan Allah kepada mereka....." [QS. At Tahriim (66) : 6 ]
***Rasulullahصلى
الله عليه وسلم bersabda, yang artinya, "Sebaik-baik kalian adalah yang
paling baik perlakuannya kepada isterinya, dan aku adalah orang yang
paling baik diantara kalian kepada isteriku." [Hadits shahih At Tirmidzi
dan Ibnu Hibban]
Hadits riwayat Mu'awiyah Al Qusyairi RA.
tuturnya, "Aku pernah bertanya kepada Rasulullahصلى الله عليه وسلم
bersabda, "Wahai Rasulullah, apakah hak istri kami?" Beliau menjawab,
"Memberinya makan jika kamu makan, menyandanginya jika kamu bersandang,
tidak memukul wajahnya, tidak mencaci maki, dan tidak mendiamkannya
kecuali didalam rumah."
*** Rasulullahصلى الله عليه وسلم
bersabda, yang artinya: "janganlah seorang mukmin lelaki membenci mukmin
perempuan, apabila tidak menyukai satu sifat darinya, maka ia
menyenangi (ridho) dgn sifatnya yang lain." [Shahih Muslim]
***
Rasulullahصلى الله عليه وسلم bersabda, yang artinya: "Sesungguhnya
isterimu memiliki hak atas dirimu." [HR Bukhari dan Muslim]
*** Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf [QS.Al Baqarah (2) : 228]
*** Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma'ruf [QS.Al Baqarah (2) : 233]
***
Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan
orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta
yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak akan memikulkan beban kepada
seseorang melainkan apa yang Allah berikan kepadanya. Alloh kelak akan
memberikan kelapangan sesudah kesempitan. [QS.Ath Thalaaq (65) : 7]
----------------------------------------------------------------------------------
--------semoga bermanfaat--------
Untuk Anggota Grup AHSANU QAWLAN Penyejuk Hati
----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
(((~~~
Saat jiwa kita sangat mencintai kebenaran, maka rawatlah dengan
sebaik-baiknya, sehingga Allah juga berkenan merawat dan melindungi kita
untuk menjadi hamba-Nya yang selalu ber-istiqomah.
"Bersegeralah
beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam
yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu
sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia
menjual agamanya dengan kesenangan dunia." (HR. Ahmad no: 8493)
"Bersegeralah
kamu dengan mengerjakan amalan-amalan (shalih) sebelum munculnya
berbagai macam fitnah (kerusakan/ penyimpangan dalam agama) yang
(gambarannya) seperti satu bagian malam yang gelap gulita, (sehingga)
ada seorang yang di waktu pagi dia masih memiliki iman tapi di waktu
sore dia telah menjadi orang yang kafir, dan (ada juga) yang di waktu
sore dia masih memiliki iman tapi besok paginya dia telah menjadi orang
yang kafir, dia menjual agamanya dengan perhiasan dunia.” (HR. Muslim
no: 118).~~~)))
----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
MUTIARA HIKMAHSANGAT
indah dan mengesankan membaca, merenungi hikmah kehidupan yang
diajarkan oleh seorang guru besar, yang sepanjang hayat Beliau telah
begitu banyak menyumbangkan mutiara-mutiara hikmah bagi semua perindu
kebaikan, semua perindu amal shalih, semua perindu syurga Allah...inilah
beberapa mutiara yang diajarkan kepada kita semua...
Suatu hari Imam Ghazali berkumpul bersama-sama dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya beberapa pertanyaan:
*** PERTAMA:
Beliau
bertanya apakah YANG PALING DEKAT dengan diri kita di dunia lalu
muridnya menjawab : “Orang tua, guru, kawan dan sahabat”. Imam Ghazali
menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar tetapi
jawaban yang paling tepat sekali bagi soalan ini ialah ‘MATI’.
Firman Allah سبحانه و تعالى yang bermaksud :
“
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari
kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka
dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung.
kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
[QS Ali 'Imran : 185]
*** KEDUA :
Beliau bertanya apakah YANG
PALING JAUH daripada diri kita di dunia lalu muridnya menjawab : ”
negara China, bulan, matahari dan bintang”. Lalu Imam Ghazali menegaskan
bahwa semua jawaban yang diberi adalah betul tetapi yang paling betul
ialah ‘MASA LALU’. Walau dengan apa cara sekali pun kita tidak akan
dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita mesti menjaga hari ini
dan hari mendatang dengan amalan soleh agar kita tidak sesal di kemudian
hari nanti.
*** KETIGA :
Beliau bertanya tentang apakah YANG
PALING BESAR di dunia ini lalu muridnya menjawab: ” Gunung, bumi,
matahari”. Lalu Imam Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberi
adalah tepat tetapi yang paling tepat ialah ‘NAFSU’. Maka kita mesti
berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu menyeret kita ke
neraka jahanam.
Firman Allah سبحانه و تعالى yang bermaksud :
“
Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan
dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak
dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai
mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan
Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya
untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak,
bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai
”.[QS AlA’raf : 179]
*** KEEMPAT :
Beliau bertanya tentang
apakah YANG PALING BERAT di dunia lalu muridnya menjawab : “besi,
gajah”. Imam Ghazali mengatakan bahwa semua jawaban adalah benar tetapi
yang paling benar ialah ‘MENANGGUNG AMANAH’. Segala tumbuhan, binatang,
gunung tidak sanggup memikul amanah tetapi manusia sanggup memikulnya
ketika Allah meminta untuk memikul amanah khalifah di bumi. Manusia
banyak yang rusak dan binasa karena tidak mampu memikul amanah dengan
baik.
*** KELIMA :
Beliau bertanya tentang apakah YANG PALING
RINGAN di dunia lalu muridnya menjawab :” Kapas, angin, debu dan awan”.
Imam Ghazali menyatakan bahwa semua jawaban yang diberi adalah benar
tetapi yang paling benar ialah ‘MENINGGALKAN SHALAT’ karena manusia
sering mempermudah dan meringankan shalat disebabkan terlalu
mementingkan urusan dunia.
Firman Allah سبحانه و تعالى yang bermaksud :
“
Maka dirikanlan sHolat. Sesungguhnya solat itu suatu kewajipan yang
ditentukan waktunya ke atas orang-orang mukmin “. [QS.An-Nisa : 103]
*** KEENAM :
Beliau
bertanya tentang apakah YANG PALING TAJAM di dunia lalu muridnya
menjawab:”Pedang”. Imam Ghazali mengatakan bahwa jawaban itu adalah
benar tetapi yang paling benar ialah‘LIDAH MANUSIA’ di mana disebabkan
lidah maka manusia suka menyakiti dan melukai perasaan orang lain
sehingga berlakunya perpecahan.
----------------------------------------------------------------------------------
--------semoga bermanfaat--------
Untuk Anggota Grup AHSANU QAWLAN Penyejuk ----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
(((~~~
Saat jiwa kita sangat mencintai kebenaran, maka rawatlah dengan
sebaik-baiknya, sehingga Allah juga berkenan merawat dan melindungi kita
untuk menjadi hamba-Nya yang selalu ber-istiqomah.
"Bersegeralah
beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam
yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu
sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia
menjual agamanya dengan kesenangan dunia." (HR. Ahmad no: 8493)
"Bersegeralah
kamu dengan mengerjakan amalan-amalan (shalih) sebelum munculnya
berbagai macam fitnah (kerusakan/ penyimpangan dalam agama) yang
(gambarannya) seperti satu bagian malam yang gelap gulita, (sehingga)
ada seorang yang di waktu pagi dia masih memiliki iman tapi di waktu
sore dia telah menjadi orang yang kafir, dan (ada juga) yang di waktu
sore dia masih memiliki iman tapi besok paginya dia telah menjadi orang
yang kafir, dia menjual agamanya dengan perhiasan dunia.” (HR. Muslim
no: 118).~~~)))
----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
SETIAP KITA ADALAH PEMIMPIN - PERTANGGUNG JAWABAN KITA KELAK DI AKHERAT
----------------------------------------------------------------------------------
Dari
Ibnu Umar r.a. berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Kamu
sekalian adalah pemimpin dan kamu akan ditanya mengenai kepemimpinanmu.
Imam (Penguasa) adalah pemimpin dan akan ditanya mengenai
kepemimpinannya. Seorang laki-laki adalah pemimpin keluarganya dan
bertanggung jawab mengenai kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin rumah
tangga suaminya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Pelayan
(buruh) adalah pemeliharaharta majikannya dan akan ditanya mengenai
pemeliharaannya. Maka kamu sekalian adalah pemimpin dan masing-masing
bertanggung jawab atas kepemimpinannya."(HR. Bukhari - Muslim).
----------------------------------------------------------------------------------
Dari
Abu Barzah Al Aslamy r.a. berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda, "Seorang hamba tidak bergeser dari tempatnya pada hari kiamat
sehingga ditanya empat hal; Pertama, mengenai umurnya dihabiskan untuk
apa; Kedua, mengenai ilmunya digunakan untuk apa; Ketiga, mengenai
hartanya dipakai untuk apa dan dari mana asalnya; Keempat, mengenai
tubuhnya yang sehat dimanfaatkan untuk apa."(HR. Tirmidzi. Menurut
Beliau, hadits ini hasan).
----------------------------------------------------------------------------------
Dari
Adiy bin Hatim r.a. berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,
"Tiadalah seseorang dari kamu melainkan akan berhadapan dan ditanya oleh
Tuhan tanpa ada antaranya dengan Tuhan seorang juru bahasa. Maka ia
melihat ke sebelah kanannya tiada sesuatu pun kecuali amal perbuatannya
yang baik-baik dan ia melihat ke sebelah kiri juga tidak melihat sesuatu
pun kecuali amal perbuatannya yang buruk dan ia melihat ke depannya
maka tidak terlihat kecuali api yang di hadapannya. Maka jagalah dirimu
dari api neraka walau dengan bersedekah separuh biji kurma."(HR. Bukhari
- Muslim).
----------------------------------------------------------------------------------
Oleh
karena itu hendaknya dalam melaksanakan segala aktifitas hidup ini kita
semua harus bersandar kepada konsep hidup yang telah Allah dan
Rasul-Nya tentukan.
Firman Allah سبحانه و تعالى :
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
Dan
janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu
akan diminta pertanggungan jawabnya. (A-Quran Surat Al-Isra' ayat 36).
----------------------------------------------------------------------------------
YA ALLAH... BIMBINGLAH KAMI UNTUK TETAP MAMPU BERTAHAN MENJADI HAMBA-MU YANG AMANAH...
Persoalan
tentang balasan hidup di akhirat seharusnya sudah bisa kita rasakan
sebagai sesuatu yang "sangat dekat pasti akan terjadi", yang wajib kita
yakini dalam hidup nyata kita saat ini, bukan sekedar ancaman yang masih
jauh masa terj...adinya, tanpa dicampuri keraguan sedikitpun, bahwa
setiap orang akan mendapatkan pembalasan secara sempurna dari ...semua
yang dilakukannya. Maka dengan ini kita akan bisa lebih berhati-hati
dalam hidup, sangat mengutamakan akherat sehingga sangat selektif
terhadap "segala tawaran.., peluang, sodoran kesempatan" untuk
mendapatkan harta, hidup kaya, bermewah-mewah, bersaing ketat dalam
kepemilikan sesuatu, terjebak dalam perlombaan kehidupan materialistis.
Ya.. Rahmaan... Ya Rahiim... senantiasa lindungilah dan bimbinglah kami
untuk bisa menjalani hidup seperti yang Engkau dan Rasul-Mu inginkan...
jauhkan kami dari berani melakukan pengambilan harta yang bukan hak kami
ya Allah...
-------------------------------------------------------------------
Sebagai
apa pun kita saat ini peluang hidup dengan cara yang tidak benar selalu
ada.., dan kita semua kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah
سبحانه و تعالى
-------------------------------------------------------------------
"...........
, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya
itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia
kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.”
(Terjemah Alquran Surat Al-Imran: 161). Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda: “Hai manusia, barang siapa yang mejalankan tugas untuk kami,
lalu dia menyembunyikan dari kami barang sekecil jarum atau lebih, maka
apa yang disembunyikannya itu adalah kecurangan (korupsi) yang kelak
akan dibawa pada hari kiamat.” (HR. Muslim dan Ahmad).
-------------------------------------------------------------------
Korupsi
Dalam Perang Khaibar Yahya Ibn Sa’id telah menyampaikan kepada kami
dari Yahya Ibn Sa'id Ibnu Hayyan, dari Muhammas Ibn Yahya, dari Abi
'Amrah, dari Zaid Ibn Khalid al-Juhani bahwa seorang sahabat Nabi dari
meninggal pada waktu penaklukan Khaibar, maka para sahabat melaporkan
hal itu kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم Lalu beliau bersabda:
“Salatkanlah kawanmu itu”, maka berubahlah raut wajah orag-orang karena
sabda itu dan Nabi bersabda: "Rekanmu itu telah melakukan gulul dalam
Perang". Maka kamipun memeriksa barang-barangnya, lalu kami temukan
manik-manik orang Yahudi yang harganya tidak mencapai dua dirham (HR.
Ahmad). Hadis ini mengkisahkan "sebuah kasus korupsi kecil" yang
dilakukan oleh salah seorang sahabat yang ikut dalam penaklukan perang
Khaibar. Tidak ada catatan tentang nama orang tersebut, tetapi dalam
beberapa versi Hadits, yang bersangkutan disebutkan bahwa ia berasal
dari Bani 'Asyja'. Dalam kasus ini korupsi diberi hukuman moral, yaitu
Rasulullah saw.. tidak ikut menyshalatkan jenazahnya; beliau menyuruh
sahabatnya saja yang melakukanya.
-------------------------------------------------------------------
Ismail
telah menyampaikan kepada kami, ia berkata Malik telah menyampaikan
kepadaku, dari Saur Ibn Zaid ad-Dili, dari Abi al-Ghais bekas budak Ibn
Muti’, dari Abu Hurairah (bahwa) ia berkataa: Kami keluar bersama
Rasulullah صلى الله عليه وسلم pada waktu penaklukan Khaibar, kami tidak
memperoleh rampasan Perang berupa emas dan peran, yang kami peroleh
adalah benda tak bergerak, pakaian dan barang-barang dan seorang lelaki
dari Bani ad-Dubaib bernama Rifa’ah Ibn Zaid menghadiahi Rasulullah صلى
الله عليه وسلم seorang budak bernama Mi'dam. Rasulullah صلى الله عليه
وسلم berangkat menuju Wadi al-Qura', sehingga ketika ia sampai ke Wadi
al-Qura' itu pada saat Mi'dam emnurunkan barang-barang bawaan Rasulullah
صلى الله عليه وسلم tiba-tiba sebuah panah misterius (mengenai Mi’dam)
dan menyebabkan ia meninggal. Maka orang-orang (yang melihat)
mengatakan: Semoga ia masuk sorga. Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda: "Tidak! Demi Tuhan yang diriku berada di tangannya,
sesungguhnya mantel yang diambilnya pada waktu penaklukan Khaibar dari
rampasan Perang yang belum dibagi akan menyulut api neraka yang akan
membakarnya". Ketika orang-orang mendengar pernyataan Rasulullah itu,
seorang laki-laki datang kepada Nabi صلى الله عليه وسلم membawa seutas
tali sepatu atau dua utas tali sepatu (keraguan dari rawi). Nabi صلى
الله عليه وسلم lalu mengatakan: seutas tali sekalipun akan menjadi api
neraka atau dua utas talipun akan menjadi api neraka (seandainya tidak
dikembalikan). (HR. Bukhari). JIKA KORUPSI KECIL SEPERTI KEJADIAN YANG
TELAH TERCERITAKAN DI ATAS... RASULULLAH صلى الله عليه وسلم SUDAH
MEMBENCINYA... BAHKAN TIDAK MAU MENSHALATKAN JENAZAH SI PELAKU.... lalu
bagaimana dengan model-model korupsi yang dilakukan oleh orang-orang
pada zaman sekarang..??? Naudzubillah, Kami berlindung kepada Engkau ya
Allah...
----------------------------------------------------------------------------------
--------semoga bermanfaat--------
Untuk Anggota Grup AHSANU QAWLAN Penyejuk Hati
----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
(((~~~
Saat jiwa kita sangat mencintai kebenaran, maka rawatlah dengan
sebaik-baiknya, sehingga Allah juga berkenan merawat dan melindungi kita
untuk menjadi hamba-Nya yang selalu ber-istiqomah.
"Bersegeralah
beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam
yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu
sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia
menjual agamanya dengan kesenangan dunia." (HR. Ahmad no: 8493)
"Bersegeralah
kamu dengan mengerjakan amalan-amalan (shalih) sebelum munculnya
berbagai macam fitnah (kerusakan/ penyimpangan dalam agama) yang
(gambarannya) seperti satu bagian malam yang gelap gulita, (sehingga)
ada seorang yang di waktu pagi dia masih memiliki iman tapi di waktu
sore dia telah menjadi orang yang kafir, dan (ada juga) yang di waktu
sore dia masih memiliki iman tapi besok paginya dia telah menjadi orang
yang kafir, dia menjual agamanya dengan perhiasan dunia.” (HR. Muslim
no: 118).~~~)))
----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
IBU.., JASA
IBU BEGITU BESAR YANG TELAH MERAWATKU, MENYAYANGIKU SEPENUH HATI SEJAK
AKU DALAM KANDUNGAN HINGGA HARI INI DAN SELAMANYA, SEBERAPAPUN BESAR
UPAYAKU UNTUK MEMBALASNYA, TA'KAN PERNAH BISA SEPADAN...
------------------------------------------------------------------------------------
Berbakti Kepada Ibu.
Jangan
sampai terucap dari lisan ibumu do’a melainkan kebaikan dan keridhaan
untukmu. Karena Allah mendengarkan do’a seorang ibu dan mengabulkannya.
Dan dekatkanlah diri kita pada sang ibu, berbaktilah, selagi masih ada
waktu…
Kebaikan kepada ibu tiga kali lebih besar daripada kepada ayah. Sebagaimana dikemukakan dalam sebuah hadits,
عَنْ
أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ
اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ
أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟
قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ
أَبُوْكَ
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه , Beliau berkata,
“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan
berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama
kali?’ Nabi صلى الله عليه وسلم menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut
kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi
wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian
siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali,
‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi صلى الله عليه وسلم menjawab, ‘Kemudian
ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).
Imam
Al-Qurthubi menjelaskan, “Hadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan
dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya
dibandingkan terhadap seorang ayah. Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam
menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu
kali. Bila hal itu sudah kita mengerti, realitas lain bisa menguatkan
pengertian tersebut. Karena kesulitan dalammenghadapi masa hamil,
kesulitan ketikamelahirkan, dan kesulitan pada saat menyusui dan merawat
anak, hanya dialami oleh seorang ibu. Ketiga bentuk kehormatan itu
hanya dimiliki oleh seorang ibu, seorang ayah tidak memilikinya. (Lihat
Tafsir Al-Qurthubi X : 239. al-Qadhi Iyadh menyatakan bahwa ibu memiliki
keutamaan yang lebih besar dibandingkan ayah).
Begitu pula dengan Imam Adz-Dzahabi rahimahullaah, beliauberkata dalam kitabnya Al-Kabaair,
Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan, seolah-olah sembilan tahun.
Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya.
Dia telah menyusuimu dari putingnya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu.
Dia cuci kotoranmu dengan tangan kirinya, dia lebih utamakan dirimu dari padadirinya serta makanannya.
Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu.
Dia
telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh
tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya
dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu.
Seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suaranya yang paling keras.
Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik.
Dia selalu mendo’akanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.
Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu.
Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar.
Engkau puas minum dalam keadaan dia kehausan.
Engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu.
Engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia perbuat.
Berat rasanya atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah.
Engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek.
Engkau tinggalkan padahal dia tidak punya penolong selainmu.
Padahal Allah telah melarangmu berkata ‘ah’ dan Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut.
Engkau akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu.
Allah akan membalas di akhirat dengan dijauhkan dari Allah Rabbul ‘aalamin.
(Akan dikatakan kepadanya),
ذَلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ يَدَاكَ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ
“Yang
demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua
tangan kamu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah
penganiaya hamba-hamba-Nya”. (QS. Al-Hajj : 10).
Demikianlah
dijelaskan oleh Imam Adz-Dzahabi tentang besarnya jasa seorang ibu
terhadap anak dan menjelaskan bahwa jasa orang tua kepada anak tidak
bisa dihitung.
Yah, kita mungkin tidak punya kapasitas untuk
menghitung satu demi satu hak-hak yang dimiliki seorang ibu. Islam hanya
menekankan kepada kita untuk sedapat mungkin menghormati, memuliakan
dan menyucikan kedudukan sang ibu dengan melakukan hal-hal terbaik yang
dapat kita lakukan, demi kebahagiannya.
Contoh manusia terbaik yang berbakti kepada Ibunya
Dari
Abi Burdah, ia melihat Ibnu ‘Umar dan seorang penduduk Yaman yang
sedang thawaf di sekitar Ka’bah sambil menggendong ibunya di
punggungnya. Orang yaman itu bersenandung,
إِنِّي لَهَا بَعِيْرُهَا الْمُـذِلَّلُ – إِنْ أُذْعِرْتُ رِكَابُهَا لَمْ أُذْعَرُ
Sesungguhnya diriku adalah tunggangan ibu yang sangat patuh.
Apabila tunggangan yang lain lari, maka aku tidak akan lari.
Orang
itu lalu bertanya kepada Ibn Umar, “Wahai Ibnu Umar, apakah aku telah
membalas budi kepadanya?” Ibnu Umar menjawab, “Engkau belum membalas
budinya, walaupun setarik napas yang ia keluarkan ketika melahirkan.”
(Adabul Mufrad no. 11; Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini
shahih).
Dalam sebuah riwayat diterangkan:
Dari Ibnu Abbas
رضي الله عنه bahwasanya seseorang mendatanginya lalu berkata:
bahwasanya aku meminang wanita, tapi ia enggan menikah denganku. Dan ia
dipinang orang lain lalu ia menerimanya. Maka aku cemburu kepadanya
lantas aku membunuhnya. Apakah aku masih bisa bertaubat? Ibnu Abbas
berkata: apakah ibumu masih hidup? Ia menjawab: tidak. Ibnu Abbas
berkata: bertaubatlah kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan dekatkanlah dirimu
kepadaNya sebisamu. Atho’ bin Yasar berkata: maka aku pergi menanyakan
kepada Ibnu Abbas kenapa engkau tanyakan tentang kehidupan ibunya? Maka
beliau berkata: ‘Aku tidak mengetahui amalan yang paling mendekatkan
diri kepada Allah ta’ala selain berbakti kepada ibu’. (Hadits ini
dikeluarkan juga oleh Al Baihaqy di Syu’abul Iman (7313), dan Syaikh Al
Albany menshahihkannya, lihat As Shohihah (2799))
Pada hadits di
atas dijelaskan bahwasanya berbuat baik kepada ibu adalah ibadah yang
sangat agung, bahkan dengan berbakti kepada ibu diharapkan bisa membantu
taubat seseorang diterima Allah سبحانه و تعالى. Seperti dalam riwayat
di atas, seseorang yang melakukan dosa sangat besar yaitu membunuh,
ketika ia bertanya kepada Ibnu Abbas, apakah ia masih bisa bertaubat,
Ibnu Abbas malah balik bertanya apakah ia mempunyai seorang ibu, karena
menurut beliau berbakti atau berbuat baik kepada ibu adalah amalan
paling dicintai Allah sebagaimana sebagaimana membunuh adalah termasuk
dosa yang dibenci Allah.
Berbuat baik kepada ibu adalah amal sholeh
yang sangat bermanfa’at untuk menghapuskan dosa-dosa. Ini artinya,
berbakti kepada ibu merupakan jalan untuk masuk surga.
----------------------------------------------------------------------------------
Jangan Mendurhakai Ibu
Dalam sebuah hadits, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :
عن
المغيرة بن شعبة قال : قال النبي صلى الله عليه و سلم : إن الله حرم عليكم
عقوق الأمهات ووأد البنات ومنع وهات . وكره لكم قيل وقال وكثرة السؤال
وإضاعة المال
“Sesungguhnya Allah تعالى mengharamkan kalian
berbuat durhaka kepada ibu-ibu kalian, mengubur anak perempuan
hidup-hidup, menolak kewajiban dan menuntut sesuatu yang bukan menjadi
haknya. Allah juga membenci jika kalian menyerbarkan kabar burung
(desas-desus), banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta.” (Hadits
shahih, riwayat Bukhari, no. 1407; Muslim, no. 593, Al-Maktabah
Asy-Syamilah).
Ibnu Hajar memberi penjelasan sebagai berikut,
“Dalam hadits ini disebutkan ‘sikap durhaka’ terhadap ibu, karena
perbuatan itu lebih mudah dilakukan terhadap seorang ibu. Sebab,ibu
adalah wanita yang lemah. Selain itu, hadits ini juga memberi penekanan,
bahwa berbuat baik kepada itu harus lebih didahulukan daripada berbuat
baik kepada seorang ayah, baik itu melalui tutur kata yang lembut, atau
limpahan cinta kasih yang mendalam.” (Lihat Fathul Baari V : 68).
Jika
seorang ibu meridhai anaknya, dan do’anya mengiringi setiap langkah
anaknya, niscaya rahmat, taufik dan pertolongan Allah akan senantiasa
menyertainya. Sebaliknya, jika hati seorang ibu terluka, lalu ia mengadu
kepada Allah, mengutuk anaknya. Cepat atau lambat, si anak pasti akan
terkena do’a ibunya.
----------------------------------------------------------------------------------
Buatlah Ibu Gembira
جَاءَ
رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :
جئْتُ أبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ، وَتَرَكْتُ أَبَوَيَّ يَبْكِيَانِ،
فَقَالَ : ((اِرْخِعْ عَلَيْهِمَا؛ فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا
أَبْكَيْتَهُمَا))
“Seseorang datang kepada Rasulullah صلى الله
عليه وسلم dan berkata, “Aku akan berbai’at kepadamu untuk berhijrah, dan
aku tinggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis.” Rasulullah
صلى الله عليه وسلم bersabda, “Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan
buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya
menangis.” (Shahih : HR. Abu Dawud (no. 2528), An-Nasa-i (VII/143),
Al-Baihaqi (IX/26), dan Al-Hakim (IV/152))
----------------------------------------------------------------------------------
Jangan Membuat Ibu Marah
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ : رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَاالْوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَلَدِ.
“Dari
‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata, “Ridha Allah tergantung ridha orang
tua dan murka Allah tergantung murka orang tua.“ (Adabul Mufrod no. 2.
Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan jika sampai pada
sahabat, namun shahih jika sampai pada Nabi صلى الله عليه وسلم ).
Kandungan
hadits diatas ialah kewajiban mencari keridhaan kedua orang tua
sekaligus terkandung larangan melakukan segala sesuatu yang dapat
memancing kemurkaan mereka.
Seandainya ada seorang anak yang
durhaka kepada ibunya, kemudian ibunya tersebut mendo’akan kejelekan,
maka do’a ibu tersebut akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sebagaimana dalam hadits yang shahih Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,
ثَلاَثُ
دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ، لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ
عَلَى وَلَدِهِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ.
“Ada
tiga do’a yang dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tidak
diragukan tentang do’a ini: (1) do’a kedua orang tua terhadap anaknya,
(2) do’a musafir-orang yang sedang dalam perjalanan-, (3) do’a orang
yang dizhalimin.” (Hasan : HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad (no.
32, 481/Shahiih Al-Adabil Mufrad (no. 24, 372).
Firman Allah سبحانه و تعالى :
وَوَصَّيْنَا
الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَاناً حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً
وَوَضَعَتْهُ كُرْهاً وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْراً حَتَّى
إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ
أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى
وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي
ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Kami
perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu
bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya
dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga
puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat
puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri
ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku
dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah
kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku.
Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk
orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15).
Ayat
diatas menjelaskan akan hak ibu terhadap anaknya. Ketahuilah, bahwasanya
ukuran terendah mengandung sampai melahirkan adalah 6 bulan (pada
umumnya adalah 9 bulan 10 hari), ditambah 2 tahun menyusui anak, jadi 30
bulan. Sehingga tidak bertentangan dengan surat Luqman ayat 14 (Lihat
Tafsiir ibni Katsir VII/280).
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ
بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي
عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
“Dan
Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang
ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang
bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah
kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah
kembalimu.” (Qs. Luqman : 14).
Dalam ayat ini disebutkan bahwa
ibu mengalami tiga macam kepayahan, yang pertama adalah hamil, kemudian
melahirkan dan selanjutnya menyusui.
Sementara, Imam Nawawi
menjelaskan, “Di sini, disebutkan kata ‘durhaka’ terhadap ibu, karena
kemuliaan ibu yang melebihi kemuliaan seorang ayah.” (Lihat Syarah
Muslim XII : 11).
والله الموفّق إلى أقوم الطريق
وصلى الله وسلم على نبينا وعلى آله وأصحابه ومن اتّبعهم بإحسان الى يوم الدين
--------semoga bermanfaat--------
Untuk Anggota Grup AHSANU QAWLAN Penyejuk Hati
----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
(((~~~
Saat jiwa kita sangat mencintai kebenaran, maka rawatlah dengan
sebaik-baiknya, sehingga Allah juga berkenan merawat dan melindungi kita
untuk menjadi hamba-Nya yang selalu ber-istiqomah.
"Bersegeralah
beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam
yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu
sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia
menjual agamanya dengan kesenangan dunia." (HR. Ahmad no: 8493)
"Bersegeralah
kamu dengan mengerjakan amalan-amalan (shalih) sebelum munculnya
berbagai macam fitnah (kerusakan/ penyimpangan dalam agama) yang
(gambarannya) seperti satu bagian malam yang gelap gulita, (sehingga)
ada seorang yang di waktu pagi dia masih memiliki iman tapi di waktu
sore dia telah menjadi orang yang kafir, dan (ada juga) yang di waktu
sore dia masih memiliki iman tapi besok paginya dia telah menjadi orang
yang kafir, dia menjual agamanya dengan perhiasan dunia.” (HR. Muslim
no: 118).~~~)))
----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------