Sabtu, 04 Januari 2014

ISRA' MI'RAJ RASULULLAH MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم

* Telah terjadi peristiwa/sejarah besar dimasa lalu, sejarah tersebut adalah peristiwa yang terjadi sekitar 14 abad Hijriyah yang lalu, yaitu peristiwa Isra' Mi'raj. Pada saat itu Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم diperjalankan oleh Allah سبحانه و تعالى  dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Al-Quds, lalu dilanjutkan dengan menembus lapisan langit tertinggi sampai batas yang tidak dapat dijangkau oleh ilmu semua makhluq, malaikat, manusia, dan jin. Semua itu ditempuh dalam sehari semalam. Peristiwa itu sekaligus sebagai mukjizat mengagumkan yang diterima Rasulullahصلى الله عليه وسلم  .

Dalam Al Qur'an, dari sekian ribu ayat di dalamnya, ada 4 ayat yang menjelaskan tentang Isra' Mi'raj, yaitu QS. Bani Israil ayat 1, dan QS. An Najm ayat 13 sampai 15. Maksudnya, kebesaran Islam itu bukan terletak pada peristiwa Isra' Mi'raj ini, tapi pada konsepnya, sistemnya, muatannya, dan sebagainya. Pada surat An Najm ayat 13-15 itu, menggambarkan bahwa Rasulullahصلى الله عليه وسلم  menemui Jibril dalam bentuk aslinya di Sidratil Muntaha ketika Isra Mi'raj.

* Kalau kita baca sejarah kehidupan Rasulullahصلى الله عليه وسلم  (Sirah Nabawiyah), sebelum peristiwa itu terjadi, Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengalami keadaan duka cita yang sangat mendalam. Beliau ditinggal oleh istrinya tercinta, Khadijah, yang setia menemani dan menghiburnya dikala orang lain masih mencemoohnya. Lalu beliau juga ditinggal oleh pamannya sendiri, Abu Thalib, yang (walaupun sampai meninggalnya tidak mau beriman) tetapi dia sangat melindungi aktivitas Nabi. Sehingga orang-orang kafir Quraisy semakin leluasa untuk melancarkan penyiksaannya kepada Nabi, sampai-sampai orang awam Quraisy pun berani melemparkan kotoran ke atas kepala Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam.

Dalam keadaan yang duka cita dan penuh dengan rintangan yang sangat berat itu, menambah perasaan Rasulullahصلى الله عليه وسلم  semakin berat dalam mengemban risalah Ilahi. Lalu Allah سبحانه و تعالى "menghibur" Nabi dengan memperjalankan beliau, sampai kepada langit dan menemui Allah. Hingga kini, peristiwa ini seringkali diperingati oleh sebagian besar kaum muslimin dalam peringatan Isra' Mi'raj. Pada dasarnya peringatan tersebut hanyalah untuk memotivasi dan penyemangat, bukan dalam rangka beribadah (ibadah dalam artian ibadah ritual khusus).

* Peristiwa Isra' Mi'raj merupakan ujian keimanan bagi umat Islam, untuk mengimani bahwa atas kehendak Allah سبحانه و تعالى seorang hamba telah diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga ke Sidratul Muntaha kemudian kembali lagi ke Masjidil Haram hanya dalam waktu sehari semalam, semoga kita bisa mengimani seperti kuatnya keyakinan Abu Bakar sidik ra. ketika diberitakan peristiwa Isra' Mi'raj ini oleh Amru Bin Hisyam untuk menebarkan keragu-raguan dihati Abu Bakar ra. dan Umat Islam umumnya. "Kalalulah Muhammad  صلى الله عليه وسلم  membawa berita yang lebih hebat dari ini (Isra' Mi'raj), maka pasti aku akan membenarkanya" kata Abu Bakar ra.

* Sebenarnya, sebelum peristiwa itu terjadi, orang-orang kafir Quraisy pernah meminta kepada Rasulullah  صلى الله عليه وسلم untuk menunjukkan hal-hal yang aneh, karena mereka tidak percaya kalau Muhammad صلى الله عليه وسلم  itu adalah nabi. Permintaan-permintaan itu mereka lontarkan untuk membuktikan bahwa dirinya benar-benar seorang Nabi. Hal ini direkam oleh Allah dalam Al Qur'an sebagai berikut:

"Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami, atau kamu mempunyai sebuah kebun korma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya, atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami. Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca". (QS. Bani Israil : 90 - 93)

* Permintaan mereka itu betul-betul "keterlaluan". Tetapi Rasulullahصلى الله عليه وسلم  menjawabnya dengan bijaksana, "Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?" (QS. Bani Israil: 93). Allah Yang Maha Suci tentu Maha Kuasa untuk melakukan semua itu, tetapi Rasulullah mengatakan bahwa dirinya hanyalah seorang manusia biasa yang diangkat menjadi seorang Rasul, sehingga tidak mungkin melakukan semua itu.

Meskipun hanya Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم  yang telah diperjalankan pada malam harinya (Isra' Mi'raj), tapi dia tetaplah manusia biasa, hamba Allah.

* Ada beberapa pertanyaan mengenai peristiwa Isra' Mi'raj. Salah satunya, mengapa dalam peristiwa itu Rasul diperjalankan ke Masjidil Aqsa? Kenapa tidak langsung saja ke langit? Paling tidak ada beberapa ibrah, antara lain:

1. Bahwa Nabi Muhammad adalah satu-satunya Nabi dari golongan Ibrahim عليه السلام yang berasal dari Ismail عليه السلام, sedangkan Nabi lainnya adalah berasal dari Ishaq AS. Inilah yang menyebabkan Yahudi dan Kristen menolak Nabi Muhammad, karena mereka melihat asal usul keturunannya (nasab). Alasan mereka itu sangat tidak ilmiah, dan kalau memang benar, mereka berarti rasialis, karena melihat orang itu dari keturunannya. Hikmah lainnya adalah, bahwa Nabi Muhammad berda'wah di Makkah, sedangkan Nabi yang lain berda'wah di sekitar Palestina. Kalau dibiarkan saja, orang lain akan menuduh Nabi صلى الله عليه وسلم  sebagai orang yang tidak ada hubungannya dengan "golongan" Ibrahim dan merupakan sempalan. Bagi kita sebagai muslim, tidaklah melihat orang itu dari asal usulnya, tapi dari ajarannya.

2.Hikmah berikutnya adalah, Allah dengan segala ilmu-Nya mengetahui bahwa Masjidil Aqsa adalah akan menjadi sumber sengketa sepanjang zaman setelah itu. Mungkin Allah ingin menjadikan tempat ini sebagai "pembangkit" ruh perjuangan kaum muslimin. Kadangkala, kalau tiada lawan itu semangat perjuangan kaum muslimin "melemah" karena terlena, dan dengan adanya sengketa tersebut, semangat perjuangan kaum muslimin terus terjaga dan terbina.

3. Berikutnya, Allah ingin memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya kepada Nabi صلى الله عليه وسلم. Pada Al Qur'an surat An Najm ayat 12, terdapat kata "Yaro" dalam bahasa Arab yang artinya "menyaksikan langsung". Berbeda dengan kata "Syahida", yang berarti menyaksikan tapi tidak musti secara langsung. Allah memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya itu secara langsung, karena pada saat itu da'wah Nabi sedang pada masa sulit, penuh duka cita. Oleh karena itulah pada peristiwa tersebut Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم juga dipertemukan dengan Nabi-nabi sebelumnya, agar Muhammad صلى الله عليه وسلم juga bisa melihat bahwa Nabi yang sebelumnya pun mengalami masa-masa sulit, sehingga Nabi SAW bertambah motivasi dan semangatnya. Hal ini juga merupakan pelajaran bagi kita yang mengaku sebagai da'i, bahwa dalam kesulitan da'wah itu bukan berarti Allah tidak mendengar.

* PADA ISRA' MI'RAJ, Allah memberikan perintah sholat wajib. Dan sholat Subuh adalah sholat yang pertama kali diperintahkan. Karena peristiwa Isra' Mi'raj sendiri terjadi pada saat malam hari. Subuhnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم sudah tiba kembali di tempat semula. Mungkin ini juga hikmah bagi kita semua, karena sholat Subuh adalah sholat yang sulit untuk di laksanakan, di mana pada saat itu banyak manusia yang masih terlelap dalam tidurnya. Sebelum diperintahkannya sholat wajib 5 waktu ini, Rasulullah melaksanakan sholat sebagaimana Nabi Ibrahim.

* PADA ISRA' MI'RAJ, perintah shalat dari Allah untuk didirikan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan umat Beliau yang tadinya 50 kali waktu shalat dalam sehari semalam atas permintaan Rasulullah Sholalahu 'Alaihi Wasalam, kemudian Allah turunkan menjadi 5 kali waktu shalat dalam sehari semalam, ini memberikan kesadaran bagi kita semua "SANGAT KETERLALUAN" jika kita enggan untuk mendirikan shalat karena Allah sudah sangat memberikan keringanan.

* Kita tidak hanya diperintahkan untuk mengerjakan sholat, tetapi juga menegakkan sholat. Sholat bukan segala-galanya, tapi segala-galanya berawal dari sholat. Karena aktifitas ibadah yang pertama kali akan diperhitungkan di hari akherat kelak adalam SHALAT, jika benar shalat seseorang maka akan baiklah amal-mal yang lainya, tetapi jika rusak Shalat seseorang maka kan dianggap rusaklah amal-amalnya yang lain.
----------------------------------------------------------------------------------

--------semoga bermanfaat--------

Untuk Anggota Grup AHSANU QAWLAN Penyejuk Hati
----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
(((~~~ Saat jiwa kita sangat mencintai kebenaran, maka rawatlah dengan sebaik-baiknya, sehingga Allah juga berkenan merawat dan melindungi kita untuk menjadi hamba-Nya yang selalu ber-istiqomah.

"Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia." (HR. Ahmad no: 8493)

"Bersegeralah kamu dengan mengerjakan amalan-amalan (shalih) sebelum munculnya berbagai macam fitnah (kerusakan/ penyimpangan dalam agama) yang (gambarannya) seperti satu bagian malam yang gelap gulita, (sehingga) ada seorang yang di waktu pagi dia masih memiliki iman tapi di waktu sore dia telah menjadi orang yang kafir, dan (ada juga) yang di waktu sore dia masih memiliki iman tapi besok paginya dia telah menjadi orang yang kafir, dia menjual agamanya dengan perhiasan dunia.” (HR. Muslim no: 118).~~~)))
----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
RAJAB DAN SYA'BAN SEBAGAI BULAN PERSIAPAN UNTUK MENYAMBUT RAMADHAN

*** Ramadhan yang penuh berkah harus kita jadikan sebagai momentum untuk menyelamatkan masyarakat dengan melakukan taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah), baik dengan taubat, munajat dan menjalankan sejumlah peribadatan maupun dengan khidmat.

*** Orang - orang yang shaleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin sebelum datang Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya'ban.

Memasuki bulan Rajab Rasulullah Muhammad صلى الله عليه وسلم. selalu berdo'a, yang artinya: "Ya Allah berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan."

*** Dua bulan lagi, kita akan kedatangan bulan Ramadhan. Kedatangan Ramadhan tahun ini tentu kita sambut dengan penuh kegembiraan, bentuk kegembiraan itu kita buktikan dengan melakukan persiapan-persiapan yang maksimal menyongsong datangnya bulan ramadhan...

PERSIAPAN MENYONGSONG RAMADHAN

PERTAMA, I'dad Ruhi Imani, ( persiapan ruh keimanan).

Misalnya:

# Memperbanyak aktivitas puasa di bulan Sya'ban,

seperti yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad صلى الله عليه وسلم dalam hadis Bukhari-Muslim, Aisyah ra. berkata :

"Tidaklah aku lihat Rasul menyempurnakan puasanya sebulan penuh kecuali pada Ramadhan dan tidak juga aku lihat beliau memperbanyak puasa sunnatnya kecuali di bulan Syaban".

# Memperbanyak aktivitas tilawah Al-Quran, sebagaimana yang diungkapkan Anas bin Malik bahwa para sahabatjika memasuki bulan Sya'ban, mereka segera mengambil mushaf dan membacanya.

# Segera mengqodho puasa. Aisyah ra. berkata : "Dulu aku pernah punya hutang puasa Ramadhan, dan aku tidak dapat membayar qodhonya kecuali pada bulan Sya'ban".

# Membiasakan bangun malam (qiyamul-lail)

# Saling maaf memaafkan sesama muslim, sehingga dalam memasuki Ramadhan dosa kita dengan sesama sudah terhapuskan sehingga pada bulan Ramadhan hanya menyelesaikan dosa kepada Allah سبحانه و تعالى saja.

Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, kita sudah harus melakukan peningkatan kualitas ibadah wajib, memperbanyak ibadah sunah, meninggalkan berbagai maksiat dan kedzhaliman sejak bulan Rajab. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Rajab kadar keimanan kita sudah meningkat. Bisa dimaknai bahwa bulan Rajab dan Sya'ban adalah masa pemanasan(warming up), ketika memasuki Ramadhan kita sudah terbiasa menjalani ibadah shaum dan sebagainya, sehingga ketika melaksanakan serangkaian ibadah di bulan ramadhan kita tinggal meraih hasil terbaik di sisi Allah سبحانه و تعالى dari setiap aktifitas ibadah yang kita kerjakan...

KEDUA, I'dad Jasadi (persiapan fisik).

Perlunya peningkatan perhatian terhadap pola istirahat, makan, olahraga yang teratur.

Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal.

KETIGA,I'dad Maliyah (persiapan harta).

Persiapan harta bukan untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Memersiapkan harta adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhanpun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa.

KEEMPAT,I'dad Fikri wa Ilmi (persiapan intelektual dan keilmuan)

Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan dan tashawur(persepsi) yang benar tentang Ramadhan. Caranya dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntunan Rasulullah Muhammad صلى الله عليه وسلم, selama Ramadhan. Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan perlbagai jenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa:

Contoh hal-hal yang perlu pengkajian ulang:

Rasulullah Muhammad صلى الله عليه وسلم Bersabda : bukanlah shaum itu sekedar meninggalkan makan dan minum, Melainkan meninggalkan pekerjaan sia-sia (tak bernilai) dan kata-kata Sombong. (HR.Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah).

Rasulullah Muhammad صلى الله عليه وسلم juga Bersabda : "Barangsiapa yang selama berpuasa tidak juga meninggalkan kata-kata bohong, bahkan mempraktekkannya, maka tidak ada nilainya bagi Allah apa yang ia sangkakan sebagai puasa, yaitu sekedar meninggalkan makan dan minum". (HR.Bukhari-Muslim).
----------------------------------------------------------------------------------

--------semoga bermanfaat--------

Untuk Anggota Grup AHSANU QAWLAN Penyejuk Hati. ----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
(((~~~ Saat jiwa kita sangat mencintai kebenaran, maka rawatlah dengan sebaik-baiknya, sehingga Allah juga berkenan merawat dan melindungi kita untuk menjadi hamba-Nya yang selalu ber-istiqomah.

"Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia." (HR. Ahmad no: 8493)

"Bersegeralah kamu dengan mengerjakan amalan-amalan (shalih) sebelum munculnya berbagai macam fitnah (kerusakan/ penyimpangan dalam agama) yang (gambarannya) seperti satu bagian malam yang gelap gulita, (sehingga) ada seorang yang di waktu pagi dia masih memiliki iman tapi di waktu sore dia telah menjadi orang yang kafir, dan (ada juga) yang di waktu sore dia masih memiliki iman tapi besok paginya dia telah menjadi orang yang kafir, dia menjual agamanya dengan perhiasan dunia.” (HR. Muslim no: 118).~~~)))
----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
---------------------------------------------------------------------------------
PUASA SUNAH 'ASYURA

----------------------------------------------------------------------------------
* Pada tahun ini, tanggal 9-10 Muharram 1435 H. bertepatan dengan Hari Rabu (13 November 2013) dan Hari Kamis, (14 November 2013).
----------------------------------------------------------------------------------

Adalah Abdullah bin Abbas radiyallahu ‘anhu yang menceritakan kisah ini kepada kita sebagaimana yang terdapat di dalam Shahih Bukhari No 1900,

قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المَدِيْنَةَ فَرَأَى اليَهُوْدَ تَصُوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاء فَقَالَ:ماَ هَذَا؟ قَالُوْا هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللهُ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوْسَى. قَالَ: فَأَناَ أَحَقُّ بِمُوْسَى مِنْكُمْ. فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

“Tatkala Nabi صلى الله عليه وسلم datang ke Madinah Beliau melihat orang-orang Yahudi melakukan puasa di hari ‘Asyura. Beliau صلى الله عليه وسلم bertanya, “Hari apa ini?”. Orang-orang Yahudi menjawab, “Ini adalah hari baik, pada hari ini Allah selamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Musa عليه السلام berpuasa pada hari ini. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, “Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi). Maka beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummatnya untuk melakukannya”. [HR Al Bukhari]

Dan dari Aisyah radiyallahu ‘anha, ia mengkisahkan,

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِصِيَامِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانَ كَانَ مَنْ شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ

“Dahulu Rasulullah صلى الله عليه وسلم memerintahkan untuk puasa di hari ‘Asyura. Dan ketika puasa Ramadhan diwajibkan, barangsiapa yang ingin (berpuasa di hari ‘Asyura) ia boleh berpuasa dan barangsiapa yang ingin (tidak berpuasa) ia boleh berbuka”. [HR Al Bukhari No 1897]
----------------------------------------------------------------------------------
Puasa selain merupakan ibadah yang mulia di sisi Allah سبحانه و تعالى juga mengandung sekian banyak manfaat yang lain. Dengan berpuasa seseorang dapat mengendalikan syahwat dan hawa nafsunya. Dan puasa juga menjadi perisai dari api neraka. Puasa juga dapat menghapus dosa-dosa dan memberi syafaat di hari kiamat. Dan puasa juga dapat membangkitkan rasa solidaritas kemanusiaan, serta manfaat lainnya yang sudah dimaklumi terkandung pada ibadah yang mulia ini.

Pada bulan Muharram ada satu hari yang dikenal dengan sebutan hari ‘Asyura. Orang-orang jahiliyah pada masa pra Islam dan bangsa Yahudi sangat memuliakan hari ini. Hal tersebut karena pada hari ini Allah سبحانه و تعالى selamatkan Nabi Musa عليه السلام dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya. Bersyukur atas karunia Allah سبحانه و تعالى kepadanya, Nabi Musa عليه السلام akhirnya berpuasa pada hari ini. Tatkala sampai berita ini kepada Nabi kita صلى الله عليه وسلم, melalui orang-orang Yahudi yang tinggal di Madinah Beliau bersabda,

فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوْسَى مِنْكُمْ

“Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi)”.

Yang demikian karena pada saat Rasulullah Muhammad صلى الله عليه وسلم sampai di Madinah, beliau mendapati Yahudi Madinah berpuasa pada hari ini, maka Beliau sampaikan sabdanya sebagaimana di atas. Semenjak itu Beliau صلى الله عليه وسلم memerintahkan ummatnya untuk berpuasa, sehingga jadilah puasa ‘Asyura diantara ibadah yang disukai di dalam Islam. Dan ketika itu puasa Ramadhan belum diwajibkan.
----------------------------------------------------------------------------------

Keutamaan puasa ‘Asyura di dalam Islam.

Di masa hidupnya Nabi صلى الله عليه وسلم berpuasa di hari ‘Asyura. Kebiasaan ini bahkan sudah dilakukan Beliau صلى الله عليه وسلم sejak sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan dan terus berlangsung sampai akhir hayatnya. Al Imam Al Bukhari (No 1902) dan Al Imam Muslim (No 1132) meriwayatkan di dalam shahih mereka dari Abdullah bin Abbas radiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَومَ فَضْلِهِ عَلَى غَيْرِهِ إِلاَّ هَذَا اليَوْمِ يَوْمُ عَاشُوْرَاءَ وَهذَا الشَّهْرُ يَعْنِي شَهْرُ رَمَضَانَ

“Aku tidak pernah mendapati Rasulullah menjaga puasa suatu hari karena keutamaannya dibandingkan hari-hari yang lain kecuali hari ini yaitu hari ‘Asyura dan bulan ini yaitu bulan Ramadhan”.

Hal ini menandakan akan keutamaan besar yang terkandung pada puasa di hari ini. Oleh karena itu ketika Beliau صلى الله عليه وسلم ditanya pada satu kesempatan tentang puasa yang paling afdhal setelah Ramadhan, Beliau menjawab bulan Allah Muharram. Dan Al Imam Muslim serta yang lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ المُحَرَّمُ. وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيْضَةَ، صَلاَةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam”.

Dan puasa ‘Asyura menggugurkan dosa-dosa setahun yang lalu. Al Imam Abu Daud meriwayatkan di dalam Sunan-nya dari Abu Qatadah Radhiallahu’anhu

وَصَوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ إنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَنَة َالتِيْ قَبْلَهُ

“Dan puasa di hari ‘Asyura, sungguh saya mengharap kepada Allah bisa menggugurkan dosa setahun yang lalu”.
----------------------------------------------------------------------------------

Hukum Puasa ‘Asyura

Sebagian ulama salaf menganggap puasa ‘Asyura hukumnya wajib akan tetapi hadits ‘Aisyah di atas menegaskan bahwa kewajibannya telah dihapus dan menjadi ibadah yang mustahab (sunnah). Dan Al Imam Ibnu Abdilbarr menukil ijma’ ulama bahwa hukumnya adalah mustahab.
----------------------------------------------------------------------------------

Waktu Pelaksanaan Puasa 'Asyura

Jumhur ulama dari kalangan salaf dan khalaf berpendapat bahwa hari ‘Asyura adalah hari ke-10 di bulan Muharram. Di antara mereka adalah Said bin Musayyib, Al Hasan Al Bashri, Malik, Ahmad, Ishaq dan yang lainnya. Dan dikalangan ulama kontemporer seperti Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah. Pada hari inilah Rasullah صلى الله عليه وسلم semasa hidupnya melaksanakan puasa ‘Asyura. Dan kurang lebih setahun sebelum wafatnya, Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda,

لَئِنْ بَقِيْتُ إِلَى قَابِلٍ َلأَصُوْمَنَّ التَاسِعَ

“Jikalau masih ada umurku tahun depan, aku akan berpuasa tanggal sembilan (Muharram)”

Para ulama berpendapat perkataan Rasulullah صلى الله عليه وسلم , “…aku akan berpuasa tanggal sembilan (Muharram)”, mengandung kemungkinan Beliau ingin memindahkan puasa tanggal 10 ke tanggal 9 Muharram atau Beliau ingin menggabungkan keduanya dalam pelaksanaan puasa ‘Asyura. Tapi ketika Rasulullah صلى الله عليه وسلم ternyata wafat sebelum itu maka yang paling selamat adalah puasa pada kedua hari tersebut sekaligus, tanggal 9 dan 10 Muharram.

Dan Al Imam Asy-Syaukani dan Al Hafidz Ibnu Hajar mengatakan puasa ‘Asyura ada tiga tingkatan. Yang pertama puasa di hari ke 10 saja, tingkatan kedua puasa di hari ke 9 dan ke 10 dan tingkatan ketiga puasa di hari 9,10 dan 11.
----------------------------------------------------------------------------------

--------semoga bermanfaat--------
Untuk Anggota Grup AHSANU QAWLAN Penyejuk Hati.

----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
(((~~~ Saat jiwa kita sangat mencintai kebenaran, maka rawatlah dengan sebaik-baiknya, sehingga Allah juga berkenan merawat dan melindungi kita untuk menjadi hamba-Nya yang selalu ber-istiqomah.

"Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia." (HR. Ahmad no: 8493)

"Bersegeralah kamu dengan mengerjakan amalan-amalan (shalih) sebelum munculnya berbagai macam fitnah (kerusakan/ penyimpangan dalam agama) yang (gambarannya) seperti satu bagian malam yang gelap gulita, (sehingga) ada seorang yang di waktu pagi dia masih memiliki iman tapi di waktu sore dia telah menjadi orang yang kafir, dan (ada juga) yang di waktu sore dia masih memiliki iman tapi besok paginya dia telah menjadi orang yang kafir, dia menjual agamanya dengan perhiasan dunia.” (HR. Muslim no: 118).~~~)))
----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
AYO BERHIJRAH


Tahun Baru 1435 Hijriyah
----------------------------------------------------------------------------------
~~~ Pada setiap awal tahun baru hijriyah, kita bisa merancang ulang hidup kita agar lebih baik dengan berhijrah secara benar ~~~.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan".(QS Al Hasyr:18).

~~~ Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, yang artinya: " Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya. Adapun seburuk-buruk manusia adalah orang yang panjang umurnya tapi buruk amalnya."(Riwayat Ahmad, Tirmidzi dan Al-hakim). ~~~
****************************************************
****************************************************
Saya hanyalah seorang hamba Allah yang penuh keterbatasan dan kekurangan, saya telah berkeliling untuk bersilaturahmi kepada tokoh-tokoh Islam di negeri ini baik dari "mereka yang sering muncul di layar kaca" maupun "mereka yang mempunyai prinsip tidak berkeinginan muncul di layar kaca". Mereka juga seperti saya dan seperti kita semuanya, mempunyai kekurangan dan kelebihan, tidak ada yang sempurna. Saya pernah mendapat beberapa nasehat agar tidak pernah kecewa dalam proses perbaikan diri:

~~~ Jangan mudah kagum kepada orang shaleh yang masih hidup, tetapi kagumlah kepada orang shaleh yang sudah meninggal dunia karena orang shaleh yang masih hidup tidak/belum bisa dipastikan mampu menjaga keshalehanya sampai akhir hayatnya.

~~~ Sebaik-baik perbaikan diri adalah yang muncul karena dorongan yang sangat kuat dari dalam diri sendiri bukan karena pengaruh orang lain dan lingkungan, seperti telah di contohkan dalam kisah Nabi Ibrohim عليه السلام , Rasulullah Muhammad صلى الله عليه وسلم dan kisah umumnya para nabi dan rasul dalam usaha perbikan diri, mencari serta berkomitmen pada kebenaran.

~~~ Kalaulah orang lain yang dikagumi "sering berpengaruh pada proes perbaikan diri", maka biasakan diri untuk "meningkatkan kemampuan" lebih banyak melihat kelebihan-kelebihanya daripada kekurangan-kekuranganya.
****************************************************
****************************************************
Berhijrah: (Mengubah diri dari tidak tahu menjadi tahu terhadap Islam, dari tahu menjadi cara/pola berfikir, dari pola fikir menjadi pembuktian amal perbuatan keseharian, dari diamalkan kepada dida'wahkan).

Berhijrah: (Memindahkan diri kita dari maksiat kepada taat, dari musyrik kepada tauhid, dari malas kepada rajin, dari kebodohan kepada kebenaran Islam, dari segala keburukan kepada segala kebaikan).
----------------------------------------------------------------------------------
Hijrah dalam bahasa arab biasa dimaknai dengan “berpindah dari suatu ke tempat lain” atau “meninggalkan suatu perbuatan”, dapat di pahami hikmah HIJRAH memiliki dua makna:

*** Hijrah lahiriyah/makaniyah/tempat: hijrah bermakna pindah dari suatu tempat ke tempat yang lebih baik , untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dunia dan akhirat.

*** Hijrah ma'nawiyah/moralitas/hati/perbuatan: meninggalkan suatu perbuatan yang dilarang Allah سبحانه و تعالى. Orang yang berhijrah itu ialah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah سبحانه و تعالى. Hijrah maknawiyah ini merupakan kewajiban setiap orang beriman kapan dan di mana saja ia berada.
----------------------------------------------------------------------------------
Konsep dan hikmah hijrah perlu selalu diulang pemaknaanya dalam kehidupan kita.. Setiap pergantian waktu, hari demi hari hingga tahun demi tahun, biasanya memunculkan harapan baru akan keadaan yang lebih baik, hari-hari yang kita lalui hendaknya selalu lebih baik dari hari-hari sebelumnya.

Dengan pengungkapan lain, peristiwa hijrah mengajarkan kita agar menjadi lebih baik dari hari ke hari. Hadist Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang sangat populer menyatakan, “Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari kemarin, adalah orang yang beruntung. Bila hari ini sama dengan kemarin, berarti orang merugi, dan jika hari ini lebih jelek dari kemarin, adalah orang celaka”.
----------------------------------------------------------------------------------
SETIAP tanggal 1 Muharram umat Islam di seluruh dunia memperingati tahu baru Hijriyah, yaitu awal tahun penanggalan Islam. Hijrah sebagai peristiwa monumental dalam sejarah Islam dijadikan momentum awal perhitungan Tahun Hijriyah.
----------------------------------------------------------------------------------
Munculnya gagasan menjadikan "hijrah" sebagai permulaan tahun Islam muncul di zaman pemerintahan khalifah Umar bin Khathab ra. Hal ini didasarkan atas pertimbangan perlunya menentukan perhitungan tahun Islam secara mandiri. Gagasan dilontarkan oleh Ali bin Abi Thalib ra yang kemudian disepakati para sahabat.Kemudian Khalifah Umar pun menetapkan hijrah sebagai permulaan tahun Islam. Ia menjadikan penanggalan itu sebagai jaman baru pengembangan Islam, karena penanggalan itu mengandung makna spiritual dan nilai historis yang amat tinggi harganya bagi agama dan umat Islam, yaitu saat umat Islam meninggalkan Makkah menuju Yatsrib (Madinah).

Hitungan tahun hijriah didasarkan pada perhitungan awal pemunculan cahaya bulan atau Qomariyah, hitungannya dimulai saat terbenamnya matahari pada akhir hari sebelum 1 Muharam.Nama-nama bulan dalam satu tahun antara lain: Muharam (bulan yang disucikan), Safar (bulan yang dikosongkan), Rabial-Awwal (musim semi pertama), Jumad Al-Sani (musim semi kedua), Rajab (bulan pujian), Syaban (bulan pembagian), Ramadhan (bulan yang amat panas), Syawal (bulan berburu), Zul- Qaidah (bulan beristirahat), dan Zul Hijjah (bulan ziarah).

***Sistem penanggalan Islam itu tidak mengambil nama ‘Tahun Muhammad’ atau ‘Tahun Umar’. Artinya, tidak mengandung unsur pemujaan seseorang atau penonjolan personifikasi, tetapi diambil dari peristiwa yang menjadi titik balik sejarah perjuangan pada masa awal penyebaran agama Islam***.

Selain Umar Ibnul Khatab, orang yang berjasa dalam penanggalan Tahun Hijriyah adalah Ali bin Abi Thalib. Dialah yang mencetuskan pemikiran agar penanggalan Islam dimulai penghitungannya.

----------------------------------------------------------------------------------

--------semoga bermanfaat--------
Untuk Anggota Grup AHSANU QAWLAN Penyejuk Hati.

----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
(((~~~ Saat jiwa kita sangat mencintai kebenaran, maka rawatlah dengan sebaik-baiknya, sehingga Allah juga berkenan merawat dan melindungi kita untuk menjadi hamba-Nya yang selalu ber-istiqomah.

"Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia." (HR. Ahmad no: 8493)

"Bersegeralah kamu dengan mengerjakan amalan-amalan (shalih) sebelum munculnya berbagai macam fitnah (kerusakan/ penyimpangan dalam agama) yang (gambarannya) seperti satu bagian malam yang gelap gulita, (sehingga) ada seorang yang di waktu pagi dia masih memiliki iman tapi di waktu sore dia telah menjadi orang yang kafir, dan (ada juga) yang di waktu sore dia masih memiliki iman tapi besok paginya dia telah menjadi orang yang kafir, dia menjual agamanya dengan perhiasan dunia.” (HR. Muslim no: 118).~~~)))
----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
MENGAMBIL HIKMAH 'IDUL QURBAN/عيد الأضحى/'IDUL ADHA

-------------------------------------------------------------------
(IBROH~~~ Untuk Kita Semua Yang Tengah Berjuang Keras Untuk Keluarga: "Hajar berlari di antara Bukit الصفاAs-Shofā dan المروة Al-Marwah, begitu berat untuk mendapatkan air, tetapi dengan izin Allah Yang Maha Besar Air Zamzam di semburkan dari jejakan kaki Ismail yang mungil, Yaa Robb.., kadang keajaiban tidak muncul dari ikhtiar kami, tetapi Engkau munculkan dari jalan yang tidak kami sadari, Maka Yaa Robb seperti halnya Hajar, kamipun akan terus berlari hingga susah payah. Dengan ini Ya Robb.., maka lihatlah kesungguhan kami, terbitkanlah keajaiban untuk kami, dimanapun kami berada dan dari segala arah dan tempat manapun Engkau kehendaki, karena seungguhnya pertolongan-Mu kepada hamba-hamba-Mu yang ikhlas dan berserah diri akan datang dari arah yang tidak kami sangka-sangka".
-------------------------------------------------------------------

BER-QURBAN HANYA DALAM RANGKA MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH
(Qurban berasal dari Bahasa Arab: qoroba-yaqrobu-qurban-qurbanan yang artinya dekat, secara istilah qurban berarti mendekatkan diri kepada Allah).

Allah سبحانه و تعالى berfirman:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik".(Al-Qur'an Surat Al-Hajj Ayat 37).

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

"Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqorbanlah". (Al-Qur'an Surat Al-Kautsaar Ayat 2).
-------------------------------------------------------------------

JANGAN MENUNDA NUNDA UNTUK BER-QURBAN JIKA MEMILIKI KEMAMPUAN

Rasulullah Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda:

من كان له سعة ولم يضح فلا يقربن مصلانا

"Siapa yang memiliki kelapangan dan tidak berqurban, maka jangan dekati tempat shalat kami". (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim).

Rasulullah Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda, yang artinya:

"Barangsiapa memiliki kemampuan, kemudian tidak berqurban, maka janganlah mendekati tempat shalat kami!" (HR. Bukhori).
-------------------------------------------------------------------

BER-QURBAN DENGAN MEMILIH HEWAN QURBAN TERBAIK

Berqurban merupakan bagian dari Syariat Islam yang sudah ada semenjak manusia ada. Ketika putra-putra Nabi Adam 'Alaihi salam diperintahkan untuk berqurban. Maka Allah سبحانه و تعالى menerima qurban yang baik dan diiringi ketakwaan dan menolak qurban yang buruk.

Allah سبحانه و تعالى berfirman:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ ءَادَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ لأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

"Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam 'Alaihi salam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!" Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (qurban) dari orang-orang yang bertakwa". (Al-Qur'an Surat Al-Maidah Ayat 27).
-------------------------------------------------------------------

BER-QURBAN SEBGAI EMBUKTIAN CINTA KEPADA ALLAH

Allah سبحانه و تعالى berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

"Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman TERAMAT SANGAT cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)".(Al-Qur'an Surah Al-Baqarah: 165).

Kisah Ber-Qurban lain yang diceritakan dalam Al-Qur’an adalah qurban keluarga Nabiyullah Ibrahim 'Alaihi salam saat Beliau diperintahkan Allah سبحانه و تعالى untuk mengurbankan anaknya, Ismail 'Alaihi salam.

Kisah Nabiyullah Ibrahim 'Alaihi salam dan putranya Nabiyullah Ismail 'Alaihi salam, telah memberikan contoh keteladanan untuk kita semuanya TENTANG PEMBUKTIAN CINTA yang sempurna kepada Allah سبحانه و تعالى cinta yang tidak mendua... CINTA yang benar-benar selaras antara yang diucapkan, diyakini dan dilaksanakan dalam bentuk perbuatan.

Allah سبحانه و تعالى berfiran yang artinya:

"Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar".

"Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

"Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya )".

"Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim",
"Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik".

"Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata".

"Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar ".

"Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian",

(yaitu)”Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”. (Terjemah Al-Qur'an Surat Ash Shaaffaat ayat 101-109).

Kemudian QURBAN ditetapkan oleh Rasulullah Muhammad صلى الله عليه وسل sebagai bagian dari Syariah Islam, syiar dan ibadah kepada Allah سبحانه و تعالى sebagai upaya semakin mendekatkan diri dan sebagai bentuk rasa syukur yang mendalam atas semua nimat yang telah Allah limpahkan.

----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
(((~~~ Saat jiwa kita sangat mencintai kebenaran, maka rawatlah dengan sebaik-baiknya, sehingga Allah juga berkenan merawat dan melindungi kita untuk menjadi hamba-Nya yang selalu ber-istiqomah.

"Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia." (HR. Ahmad no: 8493)

"Bersegeralah kamu dengan mengerjakan amalan-amalan (shalih) sebelum munculnya berbagai macam fitnah (kerusakan/ penyimpangan dalam agama) yang (gambarannya) seperti satu bagian malam yang gelap gulita, (sehingga) ada seorang yang di waktu pagi dia masih memiliki iman tapi di waktu sore dia telah menjadi orang yang kafir, dan (ada juga) yang di waktu sore dia masih memiliki iman tapi besok paginya dia telah menjadi orang yang kafir, dia menjual agamanya dengan perhiasan dunia.” (HR. Muslim no: 118).~~~)))
----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
PUASA ARAFAH
----------------------------------------------------------------------------------
Puasa Arafah adalah puasa yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa Arafah dinamakan demikian karena saat itu jamaah haji sedang wukuf di terik matahari di padang Arafah. Puasa Arafah ini dianjurkan bagi mereka yang tidak berhaji. Sedangkan yang berhaji tidak disyariatkan puasa ini.
----------------------------------------------------------------------------------

Mengenai hari Arafah, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim)

Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Hari Arofah adalah hari pembebasan dari api neraka. Pada hari itu, Allah akan membebaskan siapa saja yang sedang wukuf di Arofah dan penduduk negeri kaum muslimin yang tidak melaksanakan wukuf. Oleh karena itu, hari setelah hari Arofah –yaitu hari Idul Adha- adalah hari ‘ied bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Baik yang melaksanakan haji dan yang tidak melaksanakannya sama-sama akan mendapatkan pembebasan dari api neraka dan ampunan pada hari Arofah.” (Lathoif Al Ma’arif, 482)

Mengenai keutamaan puasa Arafah disebutkan dalam hadits Abu Qotadah, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Ini menunjukkan bahwa puasa Arafah adalah di antara jalan untuk mendapatkan pengampunan di hari Arafah. Hanya sehari puasa, bisa mendapatkan pengampunan dosa untuk dua tahun. Luar biasa fadhilahnya …

Hari Arafah pun merupakan waktu mustajabnya do’a sebagaimana disebutkan dalam hadits,

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arofah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu)”.” (HR. Tirmidzi, hasan)
----------------------------------------------------------------------------------

--------semoga bermanfaat--------

Untuk Anggota Grup AHSANU QAWLAN Penyejuk Hati ----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
(((~~~ Saat jiwa kita sangat mencintai kebenaran, maka rawatlah dengan sebaik-baiknya, sehingga Allah juga berkenan merawat dan melindungi kita untuk menjadi hamba-Nya yang selalu ber-istiqomah.

"Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia." (HR. Ahmad no: 8493)

"Bersegeralah kamu dengan mengerjakan amalan-amalan (shalih) sebelum munculnya berbagai macam fitnah (kerusakan/ penyimpangan dalam agama) yang (gambarannya) seperti satu bagian malam yang gelap gulita, (sehingga) ada seorang yang di waktu pagi dia masih memiliki iman tapi di waktu sore dia telah menjadi orang yang kafir, dan (ada juga) yang di waktu sore dia masih memiliki iman tapi besok paginya dia telah menjadi orang yang kafir, dia menjual agamanya dengan perhiasan dunia.” (HR. Muslim no: 118).~~~)))
----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
MEMPERBANYAK IBADAH DI SEPULUH HARI AWAL BULAN DZULHIJJAH
-------------------------------------------------------------------------------
بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ
Segala puji hanya bagi Allah Allah سبحانه و تعالى . Shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rasulullah Muhammad صلى الله عليه وسلم keluarga, para sahabat dan seluruh Umat Islam yang senantiasa berupaya keras dengan penuh jiddiyah/kesungguhan dan tadhiyah/pengurbanan dalam rangka mentaati Allah dan Rasul-Nya
-------------------------------------------------------------------------------

MARILAH KITA SEMUA SELALU BERSEMANGAT UNTUK BERLOMBA DALAM AMALSHALIH

Rasulullah Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

"Tidak ada satu amal shaleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمَ عِنْدَ اللَّهِ وَلاَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنَ الْعَمَلِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

 "Tidak ada hari-ahri yang dianggap lebih agung oleh Allah dan lebih disukai untuk digunakan sebagai tempat beramal sebagaimana hari pertama hingga kesepuluh Dzulhijjah ini. Karenanya, perbanyaklah pada hari-hari itu bacaan tahlil, takbir, dan tahmid". (HR. Ahmad).

Allah سبحانه و تعالى berfirman:

وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ

 "Demi fajar, dan malam yang sepuluh".(Al-Qur'an Surat Al-Fajr Ayat 1-2).

 --- "Wa layaalin 'asr (dan malam yang sepuluh)," kata Imam al-Thobari dalam tafsirnya, "adalah adalah malam-malam sepuluh Dzulhijjah berdasarkan kesepakatan hujjah dari ahli tafsir".

--- Ibnu Katsir juga menjelaskan hal yang sama dalam tafsir Qur'anil adzim. “Dan malam-malam yang sepuluh," tulisnya, "adalah sepuluh (hari pertama) Dzulhijjah sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu 'Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan lebih dari satu ulama salaf dan khalaf".

--- Imam Ibnu Hajar al-Asqolani berkata: "Tampaknya sebab yang menjadikan istimewanya sepuluh hari (pertama) Dzulhijjah adalah karena padanya terkumpul ibadah-ibadah induk (besar), yaitu: Haji, Shalat, Puasa, Berkurban, Bersedekah dan Berdzikir, yang (semua) ini tidak terdapat pada hari-hari yang lain".

-------------------------------------------------------------------------------

PUASA ARAFAH

Puasa Arafah adalah puasa yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa Arafah dinamakan demikian karena saat itu jamaah haji sedang wukuf di terik matahari di padang Arafah. Puasa Arafah ini dianjurkan bagi mereka yang tidak berhaji. Sedangkan yang berhaji tidak disyariatkan puasa ini.

Disebutkan Hadits Rasulullah Muhammad  صلى الله عليه وسلم yang artinya:

Dari Abu Qatadah Al-Anshariy (ia berkata)," Sesungguhnya Rasulullah Muhammad  صلى الله عليه وسلم pernah di tanya tentang (keutamaan) puasa pada hari Arafah?" Maka Beliau menjawab, "Menghapuskan (kesalahan) tahun yang lalu dan yang sesudahnya". (HR. Muslim no.1162).

Fiqih Hadits:

Didalam hadits yang mulia ini terdapat dalil dan hujjah yang sangat kuat tentang waktu puasa Arafah, yaitu pada hari Arafah ketika kaum muslimin yang melaksanakan ibadah haji sedang wuquf di Arafah . Karena puasa Arafah ini terkait dengan waktu dan tempat. Bukan dengan waktu saja seperti umumnya puasa-puasa yang lain. Oleh karena puasa Arafah itu terkait dengan tempat, sedangkan Arafah hanya ada di satu tempat yaitu di Saudi Arabia di dekat kota Makkah bukan di negeri-negeri yang lainnya, maka waktu puasa Arafah adalah ketika kaum muslimin yang melaksanakan ibadah haji sedang wuquf di Arafah.

Mengenai hari Arafah, Rasulullah Muhammad  صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

 "Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim).

Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Hari Arofah adalah hari pembebasan dari api neraka. Pada hari itu, Allah akan membebaskan siapa saja yang sedang wukuf di Arofah dan penduduk negeri kaum muslimin yang tidak melaksanakan wukuf. Oleh karena itu, hari setelah hari Arofah –yaitu hari Idul Adha- adalah hari ‘ied bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Baik yang melaksanakan haji dan yang tidak melaksanakannya sama-sama akan mendapatkan pembebasan dari api neraka dan ampunan pada hari Arofah.” (Lathoif Al Ma’arif, 482)

Mengenai keutamaan puasa Arafah disebutkan dalam hadits Abu Qotadah, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

 “Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Ini menunjukkan bahwa puasa Arafah adalah di antara jalan untuk mendapatkan pengampunan di hari Arafah. Hanya sehari puasa, bisa mendapatkan pengampunan dosa untuk dua tahun. Luar biasa fadhilahnya …

Hari Arafah pun merupakan waktu mustajabnya do’a sebagaimana Rasulullah Muhammad  صلى الله عليه وسلم telah bersabda:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

 "Sebaik-baik do'a adalah do'a pada hari Arofah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan "Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli sya-in qodiir (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu)". (HR. Tirmidzi, hasan).
----------------------------------------------------------------------------------

--------semoga bermanfaat--------

Untuk Anggota Grup AHSANU QAWLAN Penyejuk Hati ----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------
(((~~~ Saat jiwa kita sangat mencintai kebenaran, maka rawatlah dengan sebaik-baiknya, sehingga Allah juga berkenan merawat dan melindungi kita untuk menjadi hamba-Nya yang selalu ber-istiqomah.

"Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia." (HR. Ahmad no: 8493)

"Bersegeralah kamu dengan mengerjakan amalan-amalan (shalih) sebelum munculnya berbagai macam fitnah (kerusakan/ penyimpangan dalam agama) yang (gambarannya) seperti satu bagian malam yang gelap gulita, (sehingga) ada seorang yang di waktu pagi dia masih memiliki iman tapi di waktu sore dia telah menjadi orang yang kafir, dan (ada juga) yang di waktu sore dia masih memiliki iman tapi besok paginya dia telah menjadi orang yang kafir, dia menjual agamanya dengan perhiasan dunia.” (HR. Muslim no: 118).~~~)))
----------------------------------------------------------------------------------
***************************************************
----------------------------------------------------------------------------------